Rabu, 23 Oktober 2013

Nama               : Rani Alida Simbolon
Semester          : V (Lima)
Mata Kuliah    : PAK Remaja Pemuda

BERPIKIR POSITIF
Secara sederhana manusia dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1.      Manusia yang berpikir positif
2.      Manusia yang berpikir negatif.
            Golongan  manusia yang berpikir positif menghadapi hidup dengan penuh semangat; selalu ada hal-hal baru menanti, tantangan yang harus dijawab, gunung yang harus didaki. Disamping itu manusia optimis sungguh menikmati hidup mereka, melihatnya sebagai kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan. Sedangkan manusia yang bersikap pesimis selalu ada kekurangan dan cacat cela dari segala sesuatu. Dalam pertemuan untuk membahas masalah dan penyelesaiannya, orang-orang dari kelompok ini lebih sering terfokus pada beratnya masalah, dan susahnya mencari dukungan. Ringkasnya, mereka lebih cepat menyerah, bahkan sering sebelum usaha dilakukan.
            Ada satu  kunci bagi manusia yang mampu memahami dan menerima kekuatan dan kelemahan dirinya, yaitu manusia yang memiliki konsep diri ”positip”. Dengan memiliki konsep diri positif akan lebih lapangdada dan iklas menerima berbagai kritik yang positif maupun negatif dan kritik itu dipakai olehnya untuk membaharui diri. Ia mau menerima berbagai kekurangan yang ada pada dirinya dan bertekad mengubahnya. Namun manusia yang memiliki konsep diri negatif, mereka biasanya kurang senang menerima kritik, hanya pujian. Bahkan ia berupaya sekeras mungkin untuk menutupi berbagai kekurangan yang ada pada dirinya.
            Berikut ini ada sejumlah karakteristik orang dengan konsep diri positif seperti yang diungkapkan oleh D.E. Hamachek yaitu :
1.      Memiliki keyakinan terhadap pendapat dan sikapnya, serta bersedia mempertahankannya, tetapi juga terbuka untuk mengubahnya jika ternyata hal itu keliru.
2.      Mampu bertindak benar.
3.      Memiliki keyakinan dan kemampuan untuk mengatasi masalah walaupun kenyataannya bisa saja tidak berhasil setelah dicoba.
4.      Merasa setara dengan oranglain meski berbeda kemampuan; tidak membanggakan diri atau menganggap diri rendah.
5.      Sanggup menerima dirinya dan merasa berguna bagi orang lain, paling tidak bagi sahabat dan orang-orang yang dekat dengannya.
6.      Menerima pujian secara wajar, tidak berlebihan ataupun terlampau membanggakan apa yang sudah diraih.
7.      Cenderung menolak usaha oranglain untuk mengontrol atau mendominasi dirinya.
8.      Sanggup mengakui pada orang lain tentang berbagai perasaan yang ada dalam dirinya, tidak malu mengakui adanya hal-hal yang kurang pada dirinya.
9.      Menikmati hidupnya.
10.  Peka terhadap kebutuhan oranglain.
Sebaliknya manusia yang memiliki konsep diri negatif menurut William .D. Brooks dan Philip Emert memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      Peka terhadap kritik
2.      Responsif terhadap pujian (berlebihan menanggapi pujian)
3.      Hiperkritis, mengkritik orang lain, tetapi tidak mau di kritik
4.      Pesimis dan cenderung menghindari kompetisi sehat.
            Jika seseorang dilahirkan dengan cacat bawaan, apakah dia harus menyesali cacatnya? Apakah dapat dibenarkan bila kecacatan itu diungkit-ungkit orang lain? Jika kita memiliki teman yang banyak memiliki kekurangan apakah kita menjauhinya?
            Setiap manusia adalah berharga bukan karena ia lebih baik dari manusia lainnya, melainkan karena Allah sang pencipta sendiri yang menghargainya tidak lebih dan tidak kurang. Akan tetapi manusia sendirilah yang membuat kriteria untuk menyatakan diri kita berharga. Kekayaan, status terhormat, pakaian yang mahal dan bermerk dan lain-lain.
            Jadi, kita tidaklah lagi mengeluh akan keberadaan hidup kita karena akibat perbandingan dengan orang lain. Rasul paulus( Filifi 4:4) meminta kita untuk “bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan bersukacitalah!” kita belajar bersukacita melihat hal-hal yang indah dibalik penderitaan, mensyukuri apa yang kita alami walaupun tidak sesuai dengan harapan semula, ternyata ada satu kelegaan mengalir dan menjalar ke hati menyiapkan kita untuk menerima apa yang Allah sedang rencanakan untuk kita.
            Kita tidak tahu berkat Tuhan itu akan datang, ketika berkat yang kecil kita syukuri bagaimana kita diberikan tanggungjawab untuk mendapat berkat yang lebih besar? Berpikir positif adalah selalu melihat kesempatan, betapapun kecilnya, sebagai sarana untuk mengembangkan diri ke depan, menuju harapan yang jauh disana.ditengah keputusasaan, kepedihan, kedukaan, ketakutan, kekwatiran jangan pernah lupa  bahwa Tuhan ada ditengah kita ataupun di dalam kita.

Selamat mencoba
“Positif thinking”



3 komentar: